Senin, 26 Desember 2011

GO Yasmin, go smoothly

Jemaat GKI Yasmin Tak Bisa Rayakan Natal di Gereja Oleh: Dian Prima Jabar - Minggu, 25 Desember 2011 | 18:15 WIB INILAH.COM, Bogor - Dibawah pengawalan dan penjagaan petugas, jemaat GKI Yasmin menggelar perayaan natal di rumah salah seorang jemaat di Perumahan Yasmin Kota Bogor, Minggu (25/12/2011). Awalnya, jemaat GKI Yasmin bersikukuh akan menggelar perayaan natal di lokasi bangunan gereja yang tengah menjadi kontroversi. Namun petugas kepolisian beserta Satpol PP Kota Bogor, melakukan pendekatan persuasif dan meminta para jemaat tidak memaksakan merayakan natal di lokasi bangunan gereja. Blokade petugas kepolisian yang memblokir pintu masuk bangunan gereja tidak bisa ditembus oleh jemaat. Akhirnya mereka pun melakuan perayaan natal di rumah salah seorang jemaat yang tidak jauh dari lokasi bangunan gereja. Sebelumnya, Pemkot Bogor memberikan alternatif dengan menyediakan Gedung Harmony Yasmin untuk digunakan jemaat GKI. Namun hal ini ditolak oleh jemaat GKI Yasmin. Humas GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan, jemaat tak mau menggunakan Gedung Harmoni, tempat alternatif yang disediakan Pemkot Bogor, karena bukan tempat ibadah. "Jadi kami tetap tidak akan menggunakan gedung Harmoni," katanya. Perayaan Natal GKI Yasmin yang dipimpin Pdt Esakatri Parahita, ini berlangsung khidmat. Tampak hadir diantara jemaat, putri Gus Dur, Innayah Wahid yang duduk berdampingan dengan adik Gus Dur, Lily Wahid. Keduanya tampak khusyuk mengikuti perayaan natal bersama jemaat GKI. Lily Wahid, sempat berbicara dihadapan jemaat GKI Yasmin, bahwa orang Indonesia adalah orang yang beriman. Dimana akan selalu menjaga kerukunan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. "Tidak ada satupun tekanan yang mampu menggoyahkan iman orang Indonesia. Seberapa berat pun tekanan yang datang, ibadah harus tetap dilakukan," tutur Lily. Lily pun berkomentar, kerukunan beragama menjadi satu pelajaran inti di setiap agama. Dia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW hidup berdampingan dengan rukun dengan kaum nasrani dan yahudi di Madinah.[ang]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar