Jumat, 18 Maret 2011

NEO hak azasi MANUSIA

Sabtu, 19/03/2011 08:39 WIB
Wow, Mayoritas Warga AS Dukung Perkawinan Gay
Laurencius Simanjuntak - detikNews






Washington - Mayoritas warga AS menyatakan mendukung perwakinan sesama jenis. 53 Persen publik Paman Sam itu mendukung perwakinan gay. Angka ini meningkat 20 persen dari survei terakhir tahun 2004 yakni, 32 persen.

Demikian disampaikan sebuah survei yang mencermin pergeseran sentimen AS terhadap isu perkawinan sejenis ini, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/3/2011). Survei dilakukan atas 1.005 orang dewasa selama empat hari dalam pekan terakhir.

Gary Langer dari Langer Research Associates, lembaga yang menggelar survei, menyebutkan hasil risetnya itu sebagai "tonggak hasil bagi sebuah pergeseran perilaku publik yang dramatis."

Lima tahun lalu, hanya mayoritas anak muda yang berusia di bawah 30 tahun yang mendukung perkawinan gay. Namun, saat ini mayoritas dari mereka yang berusia 30-an dan 40-an tahun mendukung hal tersebut, sebagaimana ditunjukkan hasil survei.

Meski demikian, secara keseluruhan publik Amerika masih terbelah soal perkawinan gay, dengan sejumlah orang dewasa yang secara keras menentang perkawinan sejenis.

Survei juga menyatakan, kaum Republik menentang perkawinan gay dengan rasio dua banding satu, dan evangelis Protestan kulit putih, yang menjadi inti kaum konservatif, menentang perkawinan gay dengan rasio tiga banding satu.

Perkawinan gay adalah legal di lima negara bagian AS, di ibokuta, Washington, dan sebagian kecil wilayah juga mengizinkan perkawinan itu.

Pemerintahan Obama bulan lalu mengatakan, pihaknya tidak akan lama lagi mempertahankan konstitusionalitas UU Perkawinan 1996 yang melarang federal mengakui perkawinan gay. Namun demikian, Republikan yang memimpin DPR AS berjanji akan berjuang untuk menggagalkan keputusan presiden itu di pengadilan.

The Obama administration late last month said it would no longer defend the constitutionality of the Defense of Marriage Act, a 1996 law banning federal recognition of gay marriages, but the Republican-led House of Representatives has vowed to fight the president's decision in the courts.

(lrn/lrn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar